IKATAN HATI
Sekitar seminggu yang lalu ayah dapat tugas keluar kota selama 5 hari. Selama ditinggal ayahnya, syifa jadi moody, gampang marah-marah dan emosinya tidak stabil. Saya merasakan syifa rindu pada ayahnya. Setiap malam tidurnya gelisah dan sering mengigau. Bahkan syifa sering mengajak saya keluar pintu rumah malam-malam untuk menunggu ayahnya pulang. Walaupun syifa belum bisa mengutarakan apa yang dirasakan, tapi saya sebagai Ibu mengetahui apa yang sedang dirasakan syifa.
Setelah ayah pulang dari tugas, syifa tidak langsung menunjukan kerinduannya. Syifa terkesan tidak peduli pada ayahnya walaupun kami tahu syifa sudah sangat ingin digendong oleh ayah. Dengan lembut ayah membujuknya untuk digendong dan akhirnya syifa mau digendong ayah dan menjadi manjaaaaaa sekali.
Setelah peristiwa itu, syifa jadi posesif sekali terhadap ayahnya. Terutama hari ini, senin 6 November 2017, setelah hari minggu kemarin syifa bisa seharian bermain bersama ayah, hari ini syifa tidak mau ditinggal ayahnya pergi bekerja. Syifa tidak mau lepas dari gendongan ayah. Akhirnya setelah dibawa keliling menggunakan motor bersama ayah dan Ibu, akhirnya syifa mau melepas ayah dengan berat. Walaupun setelah ayah berangkat bekerja, syifa kembali menangis dengan keras dan tampak sedih sekali.
Sambil memberikan ASI kepada syifa, Ibu coba jelaskan kepada syifa bahwa ayah dan Ibu sayang pada syifa. Saya berusaha praktekan komunikasi produktif. Saya katakan bahwa ayah Harus bekerja karena perintah dari Allah. seorang ayah punya kewajiban untuk menafkahi keluarganya. Jadi ayah pergi bukan karena tidak sayang pada syifa. Jika syifa sayang sama ayah, syifa doakan ayah agar selalu dijaga oleh Allah. Syifa bisa minta apa saja pada Allah. Syifa minta pada Allah supaya syifa bisa sering bermain dan berkumpul bersama ayah dan Ibu. Walaupun syifa belum bisa bicara, dan belum terlalu paham apa yang saya bicarakan karena usianya masih 14 bulan, tapi saya berusaha mulai menanamkan kecintaan kepada Allah SWT sejak dini. Saya katakan padanya ayah dan Ibu tidak selamanya ada bersama syifa. Tapi Allah akan selalu bersama syifa selama syifa selalu menjaga Allah dalam diri syifa. Saya coba memberikan informasi ini dengan intonasi dan suara yang lembut dan tenang. Saya berharap dapat menanamkan aqidah dan kecintaan kepada Allah agar menjadi bekal hidup hingga akhir hayatnya..


Komentar
Posting Komentar